Sabtu, 24 Maret 2012

Strategi Indikator parabolic Sar dan QQE


Hello semua, saatnya mebcoba strategi forex menggunakan indikator Parabolic sar dan QQE, saya rasa cukup ampuh untuk mendapatkan profit, Untuk Setting Parabolicnya Standard saja, sebagai tambahan bisa menggunakan BB standard dan indikator Solar Wind ( setting sollar windnya 15 )


Jumat, 02 Maret 2012

Donwload System Strategi Forex

FAIZUMI INDICATORS
TheSecrethttp://www.blogger.com/img/blank.gif Trend Reversal
PiNkFX
UltimaSecret V1! Free profitable forex trading strategy





Indeks Kekuatan Relatif RSI


Indeks Kekuatan Relatif atau lebih dikenal dengan nama Relative Strength Index (RSI) adalah merupakan suatu osilator yang digunakan dalam analisis teknis untuk menunjukkan kekuatan harga dengan cara membandingkan pergerakan kenaikan dan penurunan harga.

Metode RSI ini diperkenalkan oleh J. Welles Wilder dan diterbitkan pada majalah Commodities Magazine yang sekarang bernama Future Magazine pada bulan Juni 1978 serta dalam bukunya yang berjudul New Concepts in Technical Trading Systems [1], RSI ini menjadi populer penggunaannya oleh karena secara relatif mudah diinterpretasikan.

Istilah "kekuatan relatif" atau relative strength ini juga merujuk pada kekuatan dari suatu saham dalam kaitannya dengan pasar secara keseluruhan atau terhadap sektor usaha saham tersebut. [2] Untuk menghindari kebingungan maka kadang-kadang disebut juga "pembanding kekuatan relatif" (relative strength comparative) yang tidak berhubungan dengan RSI dalam artikel ini.

Perhitungan
Dilakukan perhitungan harian atas suatu perubahan kenaikan harga "U" atau perubahan penurunan harga "D" [3] Misalnya pada suatu hari dimana harga penutupan berada pada posisi lebih tinggi daripada harga kemarin

U = Hargapenutupanhariini − Hargapenutupankemarin
D = 0

Atau sebaliknya pada hari dimana harga turun (catatan: D adalah nilai positif),

U = 0
D = Hargapenutupankemarin − Hargapenutupanhariini

Apabila harga penutupan hari ini an harag penutupan kemarin maka nilai U dan D adalah nol. Nilai rata2 U dihitung berdasarkan exponential moving average" (EMA) atau eksponen pergerakan rata2 dengan menggunakan faktor N-hari demikian pula dengan perhitungan D. Rsio dari nilai rata2 adalah merupakan "kekuatan relatif" ,
RS = { EMA[N] \; dari \; U \over EMA[N] \; dari \; D }
Yang dikonversi menjadi nilai RSI antara 0 dan 100 ,
RSI = 100 - 100 \times { 1 \over 1 + RS }

Ini dapat dpata dirumuskan sebagai berikut :

RSI = 100 \times { EMA[N]\;dari\;U \over (EMA[N]\;dari\;U) + (EMA[N]\;dari\;D) }
Dalam teori, EMA menggunakan nilai tak terbatas dari data lampau. [3
AvgU_{initial} = { U_1 + U_2 + \cdots + U_N \over N }
lalu dilanjutkan dengan formula EMA ,
AvgU_{hari ini} = \alpha \times U_{hari ini} + (1-\alpha) \times AvgU_{kemarin}
(demikian pula dengan cara perhitungan D.)

Interpretasi
Wilder berpendapat bahwa sekuriti dikatakan kelebihan minat beli apabila ia mencapai nilai 70, yang artinya spekulator harus mempertimbangkan untuk menjual . Atau sebaliknya pada kondisi kelebihan minat jual pada nilai 30. Prinsipnya adalah bahwa apabila terdapat proporsi yang tinggi atas pergerakan nilai harian pada satu arah itu menunjukkan pertanda ekstrem, dan harga kemungkinannya akan berbalik arah. Nilai 80 dan 20 biasanya digunakan juga atau dapat juga bervariasi tergantung kondisi pasar misalnya "bullish" ( pasar naik) atau "bearish" ( pasar jatuh)

Gelombang besar dan kejatuhan harga sekuriti akan berpengaruh pada RSI, namun bisa juga merupakan sinyal palsu untuk menjual ataupun membeli. RSI sangat baik apabila digunakan bersama-sama dengan indikator analisis teknikal lainnya.

Pita Bollinger (Bolling Brand)


Grafik Bollinger atau lebih dikenal dengan nama Bollinger Bands adalah merupakan salah satu indikator dalam analisis teknis ( analisis untuk membaca pergerakan pasar melalui grafik) yang ditemukan oleh John Bollinger pada tahun 1980an. Grafik Bolinger ini merupakan pengembangan dari konsep pita perdagangan yang dapat digunakan untuk mengukur batas ketinggian ataupun batas kerendahan dari pada harga saham secara relatif terhadap harga sebelumnya.

Grafik Bollinger terdiri dari :
Garis tengah yang merupakan periode N dari pergerakan sederhana.
Garis atas pada K kali Periode N standar deviasi di atas garis menengah
Garis bawah pada K kali Periode N standar deviasi dibawah garis menengah
Nilai khusus untuk N dan K masing-masing adalah 20 dan 2, respectively.

Penggunaan grafik Bollinger
Grafik Bollinger ini tidak dapat digunakan secara berdiri sendiri tanpa menggunakan indikator lainnya seperti misalnya dengan menggunakan indikator Indeks Kekuatan Relatif atau lebih dikenal dengan nama Relative Strength Index (RSI). Dengan menggunakan grafik Bollinger dengan RSI ini maka dapat diperoleh suatu indikator jual atau beli misalnya :

Apabila RSI di atas angka 80 dan apabila grafik Bollinger menyempit serta harga cenderung mendatar, maka pada kondisi seperti ini apabila RSI membentuk sinyal bearish divergence maka adalah merupakan suatu momentum tepat untuk menjual.
Apabila RSI di dibawah angka 20, dan apabila grafik Bollinger menyempit serta harga cenderung datar, maka pada kondisi ini apabila RSI membentuk bullish divergence maka adalah saat yang baik untuk melakukan pembelian.